Tampilkan postingan dengan label Lydia & Imaniar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lydia & Imaniar. Tampilkan semua postingan

15 September 2020

Lydia & Imaniar - Prahara Cinta

Prahara Cinta


Halo disana!
Rasanya sudah cukup lama kita menunggu kehadiran suara Lydia & Imaniar sejak judul album mereka yang pertama Dia Milikku dengan lagu Ironi yang kesohor itu. Lydia-Imaniar si kakak-beradik ini memang sempit waktu karena disita oleh kegiatan panggung yang harus dikencani dari hari ke hari. Tetapi dasar cinta pertama mereka itu hanya kepada anda, akhirnya Lydia-Imaniar tampil membawa cinderamata untuk anda dengar album Prahara Cinta sebagai pelepas rasa kangen kepada anda. Padu suara Lydia-Imaniar tetap lengket dalam satu timbre ibarat 2 sisi mata uang yang selalu melekat kemanapun mereka berjalan di pentas nyanyi. Lagu-lagu dalam Prahara Cinta ini banyak bertutur perkara Cinta ... Cinta ni yee! Melodi Cintanya makin menggigit setelah diaransir oleh Younky M.S. & Erwin Gutawa plus sederet penabuh musik: Yance Manusama, Joko WH, Mus Mujiono, Uce Hariono, kemudian kelompok peniup musik gangsa (brass) serta para penggesek dawai biola. Sementara sederet "Sang Gitakara" (pencipta lagu) yang ikutan: Dodo Z, Randi Anwar, Megia Awaloedin, Imaniar, Dian PP dan Deddy Dhukun, BJ Rianto, Chris Manusama, Junaedi Salat, Tommy Marie dan James F Sundah yang sekaligus bertindak sebagai "bidan" album ini. Wah, wah ... pokoknya album Prahara Cinta ini asyik punya dah!
TL - Prosound

Juru Masak Album Prahara Cinta:
Recording Engineer: Conrad Lamury
Juru Rekam: Acam
Perancang Grafis: Lesin
Juru Foto: Daniel Adidjaya
Perancang Busana Cover Depan: Stephanus Hammy
Juru Pariwara: Bens Leo, Fachry Muhamad, Temmy Lesanpura
Studio Rekam: Prosound
Distribusi: PT Dian Pramudita Kusuma
Pimpinan Produksi: James F Sundah
Produser: Prosound Records
Terima kasih banget buat: Mas Adi Nugroho, Abah & Umi

Pendukung Musik:
Younky M.S.: aransemen, keyboard
Erwin Gutawa: aransemen strings & bass
Yance Manusama: bass guitar
Joko W.H.: guitar
Mus Mujiono: guitar
Uce Hariono: drum & perkusi
Lydia Nursaid: alto sax
Amir Katamsi: tombone
Wahid Adjie: trumpet
Zulkifli: cello
Su Yin: violin
Suryati Supilin: violin
Edo Braseros: violin
Domo: violin


Lydia & Imaniar Prahara Cinta Side A
1 Prahara Cinta Randi Anwar / Megia Awaloedin Lydia & Imaniar
2 Tragedi Semata Dodo Zakaria / Deddy Dhukun Lydia & Imaniar
3 Suasana Tommy Marie Lydia & Imaniar
4 Dan Dandung SSS Lydia & Imaniar
5 Jam Kehidupan Chris M Manusama Lydia & Imaniar




Side B
1 Meraih Cita James F Sundah Lydia & Imaniar
2 Kisah Insani Dian Pramana Putra / Deddy Dhukun Lydia & Imaniar
3 Kegagalan Junaedi Salat Lydia & Imaniar
4 Senyumnya Imaniar Lydia & Imaniar
5 Buat Kau B.J. Rianto Lydia & Imaniar

 

Lydia & Imaniar - Ironi

Ironi

* Ironi merupakan album rilis-ulang dari album Dia Milikku. Perbedaan kedua album hanya pada wajah depan sampul album, serta urutan lagu A1 dan A2 *

Masih jelas teringat di tahun 1985 terjadi ledakan musik yang dibuat oleh dua anak gadis manis Lydia dan Imaniar. Ketika mereka tampil di atas pitaswara dengan memasang judul album Dia Milikku buatan Prosound dan Prambors, mereka tampil menawan tanpa cela dan tanpa tanding. Bakat memang tidak bisa dibeli, begitulah Lydia dan Imaniar menyanyi dengan lugu, segar dan tanpa ragu-ragu. Di nada tinggi mereka fasih sekali melekuk-lekuk suara, dan di nada bawah mereka mahir sekali membuat singkup-singkup melodi. Tiga tahun berselang mereka tumbuh dewasa, makin matang dalam mengendali suaranya entah berapa ratus kali tampil di pentas musik dan beberapa kali diuji dalam pentas musik manca negara. Kemudian lahirlah album kedua yang lebih sophisticated yaitu Prahara Cinta. Lepas album kedua ini makin menjadi ingatan memory kawula muda kepada hangatnya album Dia Milikku terutama lagu Ironi yang sempat berbulan-bulan menjadi Top Amongst The Tops dari puluhan radio swasta di Indonesia. Lagu Ironi betul-betul dipuja dan dipuji oleh para pengamat musik Indonesia. Pamor Lydia dan Imaniar sudah bersinar di khasanah musik Indonesia. Tidak heran bila kelahiran album Prahara Cinta justru mengundang kawula muda untuk mengkais-kais kembali lagu Ironi Lydia-Imaniar. Prosound mengira lagu Ironi telah padam sebagai lagu Hits Ago. Tapi nyatanya tidak! Ibarat bensin yang disiramkan kepada api, Ironi "berkobar" di cari pendengar. Prosound merasa bersalah bila tidak memenuhi keinginan kawula muda. Dengan sedikit rias wajah depan sampul album ini, Prosound menyajikan Ironi Lydia-Imaniar dengan tampang & gaya yang lebih senyum ceria. Dengan kualitas pita dan rekaman yang lebih unggul, the best cut Ironi juga tampil sebagai nomer andalan album ini. Untuk itulah album Ironi ini datang kembali menjumpai anda. Itulah pertanda Lydia & Imaniar dicintai dan mencintai anda semua.
TL - Prosound

Addie MS: arr. string section pada lagu Ironi, Bunuhlah Daku Dengan Cintamu, Mentari Pagi

Pendukung:
Pimpinan Produksi & Aransemen: James F Sundah
Keyboard & Aransemen: Younky M Suwarno
Aransemen String: Addie M Sumaatmaja
Drum & Perkusi: Uce Hudioro
Bass: Yance Manusama
Guitar: Joko WS, Ian Antono
Violin: Suryati Supilin, Soe Yin, Edo, Kwong Cu
Cello: Zulkifli
Penata Rekam: Conrad Lamuri
Studio: Prosound Jakarta
Produksi: Prosound Records
Fotografi: Studio 2000
Disain Grafis: Lesin
Perancang Busana: Stephanus Hammy


Lydia & Imaniar: Ironi Side A
1 Ironi Dodo Zakaria / James F Sundah Lydia & Imaniar
2 Dia Milikku The Big Kids Lydia & Imaniar
3 Lupakan Saja Randi Anwar Lydia & Imaniar
4 Antusias Dandung SSS Lydia & Imaniar
5 Bunuhlah Daku Dengan Cintamu Tommy Marie Lydia & Imaniar
6 Resah Richard Makasutji Lydia & Imaniar




Side B
1 Mentari Pagi Tito Sumarsono / Deddy Lydia & Imaniar
2 Persembahan Tommy Marie Lydia & Imaniar
3 Bunga Kehidupan Dandung SSS / Iwan Lydia & Imaniar
4 Kasih Chris M Manusama Lydia & Imaniar
5 Jakarta Rudy Gagola Lydia & Imaniar
6 Ada Cinta The Big Kids Lydia & Imaniar